Minggu, 17 Juli 2016

BAGAIMANAKAH‬ AKU DAPAT BERTEMU DENGAN ALLAH?

Pertanyaan ini berarti: Bagaimanakah caranya agar aku dapat menyingkap berbagai tabir yang menghalangiku dari melihat Allah? Saat ini kita berada dalam sebuah situasi berupa melihat "Bukan Dia" dalam semua benda. Bagaimanakah agar kita juga dapat memahami bahwa alam semesta ini adalah ‘Dia’?
Diri kita sendiri adalah termasuk di antara “benda-benda” alam semesta. Dengan demikian, “Bagaimanakah aku dapat menemukan Allah?” juga berarti: “Bagaimanakah agar aku dapat menyingkap tabir-tabir yang menghalangiku dari 'menjadi' Allah."
Perlu diulang bahwa “menemukan” di sini tidak hanya bersifat epistemologis, tetapi secara mendasar juga bersifat ontologis. “Menjadi” Allah adalah lebih dahulu daripada “mengetahui” Allah, karena seperti di dunia, tiada sesuatu pun yang dapat mengetahui kecuali sesuatu itu harus ada terlebih dahulu, dan sebagaimana perkataan sufi yang sering dikutip mengatakan bahwa “Tiada yang dapat mengetahui Allah kecuali Allah.”
“Menemukan” adalah menjadi dan mengetahui.

0 komentar :

Posting Komentar

Back To Top