Minggu, 17 Juli 2016

ESENSI TUHAN . (1)

Minggu 18 juli 2016. /00.44 WIB
#Pencipta ( Al- Haqq ) tampak dalam bentuk ciptaan ( al- khalq ), dan sebaliknya ciptaan tampak dalam bentuk Sang Pencipta. Karena Keilahian mempresentikan jumlah sifat- sifat, Ia tidak dapat dilihat oleh mata, kendatipun tampak di mana-mana sebagai dampak yang ditimbulkannya, yaitu dalam dunia nyata. Disisi lain esensi dapat dilihat, meskipun tempat keberadaannya tidak diketahui. Demikian pula ketika Anda melihat seseorang. Anda tau atau percaya bahwa ia mempunyai kualitas tertentu, tetapi anda tidak dapat melihat kualitas- kualitas tersebut; akan tetapi Anda melihat esensi dirinya ( dzat ) secara menyeluruh, kendatipun banyak kualitas yang tidak Anda ketahui.
Hanya pengaruh dari kualitasnya yang tampak, sedang kualitas- kualitas itu sendiri tidak dapat Anda lihat, sebab sifat selalu berada tersembunyi dibalik Esensi ; jika tidak demikian, ia dapat dipisahkan dari Esensi, dan hal itu mustahil terjadi.
Dalam skala eksistensi yang didalamnya setiap individualisasi yang lebih rendah menandai hilangnya kesederhanaan , perbedaan -dalam - kesamaan ( Ilahiyyah ) yang didalamnya penyerapan Sang Mutlak terwujud secara penuh , dapat diharapkan menggantikan kesamaan dalan perbedaan yang masuk dalam tahapan Wahidiyyah. Sebagai teologi mistis, Al- Jilli tidak mengambil pandangan ini . Dia menempatkan Allah pada singgasana Sang Mutlak dan memberikan garis penurunan berikut ini :
1. Keilahian ( Ilahiyyah ).
2. Kesatuan Abstrak ( Ahadiyyah ).
3. Kesatuan dalam keragaman ( Wahidiyyah ).
4. Kasih ( Rahmaniyyah ).
5. Kepemeliharaan ( Rububiyyah )...
......bersambung.

0 komentar :

Posting Komentar

Back To Top