Selasa, 19 Juli 2016

MANIFESTASI DIRI TUHAN DALAM ESENSI , SIFAT DAN NAMANYA,

  1.  Padepokan Al-Nawadir - * Kata yang biasa dipakai untuk menunjukkanmanifestas diri Tuhan dalam esensi , sifat , dan Nama - Nya adalah tajalli. Kata ini menunjukkan dalam kasus seseorang yang kepadanya manifestasi diri Tuhan diperlihatkan , tajalli Tuhan bisa disebut sebagai suatu pencerahan, karena cahayalah yang menyebabkan hati sang sufi memiliki kemampuan melihat Tuhan. Oleh karena itu, penurunan ontologis dari yang Absolut dan kenaikan mistis atau kembalinya pada Sang Absolut adalah proses yang benar-benar sama dilihat dari berbagai sudut pandang Pengungkapan diri Tuhan mesti melibatkan manifestasi  hakikat- Nya oleh mereka yang mempunyai kemampuan bawaan untuk mewujudkan didalam diri mereka sendiri. Al- Jilli dalam kitab Al- insan Al- Kamil membagigerakan kenaikan kesadaran ini kedalam empat tahap yaitu : Pencerahan Tindakan Pencerahan Nama, Pencerahan Sifat dan Pencerahan Esensi- yang berbanding balik dengan peleburan Wujud Murni dari kesederhanaan utamanya menuju manifestasi dampaknya di dunia indra ini .

a)  Pencerahan melalui Tindakan Tuhan.
Orang yang dicerahkan lewat Tindakan ini  akan memahami bahwa keperantaraan manusia adalah kesia- siaan, bahwa ia tidak berkuasa atau memiliki kehendak atas dirinya sendiri,  dan bahwa seauatu terjadi karena kekuatan Tuhan yang menggerakkan mereka atau menghentikan mereka. Kadang- kadang kehendak Tuhan diperlihatkan kepadanya sebelum terjadinya peristiwa, akibatnya ia mungkin mengabaikan perintah Tuhan untuk menyesuaikan dengan Kehendak- Nya . Disini ketidakpatuhannya ( pada perintah Tuhan)  secara esensial adalah kepatuhan ( kepada kehendak- Nya) dan menghubungkannya dengan Tuhan, kendatipun kita masih perlu memelihara hukuman yang telah ditetapkan Tuhan di dalam Al- Quran dan Sunnah Rasul kepada mereka yang melanggar perintah- perintah- Nya.

b). Pencerahan melalui Nama- Nama Tuhan.
Orang sufi yang kepadanya Tuhan memperlihatkan diri- Nya sendiri melalui salah satu Nama-Nama- Nya mengalami ketiadaan dari kesadaran individualitas, karena pancaran  Nama-Nama- Nya itu , dan jika engkau memohonbkepada Tuhan dengan menyebur Nama  itu, sufi tersebut akan menjawabmu, karena Nama itu berlaku juga kepadanya.
Jika Tuhan menunjukkan diri- Nya sendiri melalui Namanya Allah, sufi itu akan menghilang dan Tuhan akan memanggilnya dengan berkata  " Aku adalah Allah ", dan jika engkau berteriak " Wahai Allah " sufi itu akan menjawabmu dengan berkata " Aku memenuhi panggilanmu ( labbaika )"

Kemudian jika ia naik ke tataran yang lebih  tinggi dan Tuhan memperkuatnya dan membiarkannya berada dalam keadaan sadar setelah peniadaan dirinya ( fana ), Tuhan akan menjawab semua orang yang memanggil orang tersebut, sehingga jika engkau berkata misalnya " Wahai Muhammad", Tuhan akan menjawabmu dengan berkata " Aku memenuhi panggilan mu".
Akibat oenguatannya dalam kenaikan derajat itu ,Tuhan akan memperlihatkan diri- Nya kepadanya dalam Nama-Nama-Nya yang lebih rendah, yaitu Yang Maha Pengasih ( Al- Rahman), Tuhan ( Al- Rabb ),  Sang Raja (Al- Malik), Yang Maha mengetahui ( Al- 'Alim) Yang Maha Kuasa ( Al- Qadir) dan lain- lain.
Pengungkapan diri Tuhan dalam semua Nama itu lebih penting daripada pengungkapan diri- Nya dakam Nama sebelumnya, karena dalam hal pencerahan lewat Nama Tuhan analisis lebih unggul daripada sitesis , dan manifestasi setiap  Nama yang lebih rendah adalah analisis dari sintesis yang dimanifestasikan oleh Nama yang berada di atasnya.

0 komentar :

Posting Komentar

Back To Top