Selasa, 19 Juli 2016

MANUSIA SEMPURNA ADALAH SALINAN ( Nuskhah ) TUHAN.


Padepokan Al- Nawadir -  Sebagai pengantar dari doktrin logos yang berjalin dengan skema mistis kosmologi, akan saya terjemahkan sebagian dari bab 60, kitab Al- insan Al- Kamil karya Syeh Abdul Kariem Al- Jilli tentang " Manusia Sempurna : yang memperlihatkan bahwa dia adalah Tuan kita Muhammad, dan bahwa dia berada diantara Sang Pencipta (Al -Haqq ) dan si ciptaan ( al - khalq ) ".

Manusia Sempurna adalah Quthb ( poros ) yang didalamnya semesta eksistensi berotasi dari awal hingga akhir , dan ketika segala sesuatu mewujud , selama - lamanya dia adalah satu ( Wahid ). Dia memiliki berbagai tampilan dan tampil di berbagai tempat dalam beberapa hal , namanya diberikan kepadanya ,sementara dalam beberapa hal lainnya tidak diberikan kepadanya.
Nama aslinya adalah Muhammad, nama kehormatannya adalah Abu Al- Qasim, gambaran tentang dirinya adalah Abdullah, dan gelar dirinya adalah Syam Al- Din ( Matahari Agama).
Dalam tiap masa , dia memakai nama yang sesuai  dengan penampakannya ( libas ) pada masa itu. Aku pernah bertemu dengannya dalam bentuk Syaikh- ku , Syaraf Al- Din Isma'il Al- Jabarti , tetapi aku tidak tahu bahwa dia ( Syaikh) adalah sang Nabi , meskipun Aku tahu bahwa dia ( sang Nabi ) adakah Syaikh.
Salah satu mata bathinku mempertemukanku dengan nya di Zabid pada 796 H.  Makna sejati dari hal ini adalah bahwa Nabi memiliku kekuatan untuk memakai semua bentuk.
Ketika seorang pintar ( adib ) melihatnya dalam bentuk Muhammad, bentuk yang dia pakai selama hidupnya , dia akan menyebutnya dengan nama itu , tetapi ketika dia melihatnya dalam bentuk lain dan mengetahui bahwa dia adalah Muhammad , dia akan menamainya dengan nama bentuk yang ditampakkannya. Nama Muhammad tidak dikenakan kecuali pada Hakikat Muhammad ( Al- Haqiqah Al- Muhammadiyyah).
Jadi ketika dia tampak dalam bentuk Syibli, Syibli berkata kepada muridnya  " Bersaksilah bahwa aku adalah utusan Tuhan " ; dan muridnya salah seorang yang tercerahkan mengenali  Sang Nabi dan berkata " Aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan Tuhan ". Tidak ada keberatan mengenai hal ini : hal ini seperti apa yang terjadi saat seorang pemimpi melihat seorang dalam bentuk lain ; tetapi terdapat  perbedaan antara bermimpi dan pewahyuan mistis , yaitu bahwa nama bentuk yang diambil oleh penampakan Muhammad pada si pemimpi tidak diberikan ketika muncul kesadaran akan Haqiqah Al- Muhammadiyyah, sebab interpretasi bisa diterapkan pada Dunia Ide ( Alam mitsal) ; sehingga ketika si  pemimpi terjaga ia menafsirkan hakikat Muhammad sebagai hakikat dalam bentuk mimpi.
Pewahyuan mistis adalah sebaliknya , sebab jika engkau merasakan secara mistis bahwa hakikat Muhammad ditampilkan dalam bentuk manusia, engkau pasti memberi nama pada hakikar Muhammad dengan nama bentuk tersebut dan memandang pemiliknya dengan penuh pemujaan , seperti yang engkau tunjukkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad, dan setelah melihatnya demikian engkau tidak akan memperlakukannya dengan cara yang sama seperti sebelumnya.

Jangan bayangkan kata-kataku diwarnai doktrin metempsychosis. Tuhan melarang hal seperti itu , yang saya maksudkan adalah bahwa Muhammad dapat mengambil bentuk apapun yang dia kehendaki, dan Sunnah menyatakan bahwa dalam tiap masa dia memakai bentuk manusia paling sempurna , untuk mengagungkan kehormatan mereka dan membenahi penyimpangan mereka dari kebenaran. Secara lahiriyah mereka adalah khalifah , dan secara bathiniyah dia adalah esensi spiritual..........( bersambung )

0 komentar :

Posting Komentar

Back To Top