Sabtu, 30 Juli 2016

MENEMBUS GELOMBANG LAUTAN RUH

PEKALONGAN, Padepokan Al- Nawadir -*  Pengetahuan akan warna bukanlah ajaran yang menarik, bahkan perumpamaaannya seperti ikan di dalam air yang berubah warnanaya. Karena bumi yang basah mengandung seribu warna, maka ikan selalu berperang untuk menerjang banjir . Apakah ikan ? Apakah laut ? Yang keduanya telah kami jadikan sebagai perumpamaan , sehingga penguasa Azza wa Jalla  melekatkan keduanya ?.
Dalam wujud ini ada  seratus ribu lautan dan ikan. Sujudlah dihadapan semuanya dengan penuh penghormatan dan pengagungan !.

Berapa banyak rintik hujan yang memberikan harapan sehingga lautan dari hujan menyebarkan mutiara. Berapa kali matahari yang mulia itu terbit lalu mendung dan lautan belajar makna keagungan darinya. Matahari hikmah, merubah cahayanya menjadi debu dan tanah, lalu bumi menjadi penerima benih dan menumbuhkannya.
Bumi dapat dipercaya, karena  setiap sesuatu yang ditanamkan didalamnya menghasilkan buah dari benihbitu sendiri, tanpa berniat menyembunyikan atau menipunya. Bumi telah mengambil matahari dari amanat Yang Mulia. Diatasnya telah terbit matahari keadilan (Ilahi ). Musim semi dengan tanda kebenaran belum datang. Bumupun tidak pernah menyia - nyiakan rahasianya. Keagungan yang diberikan oleh material pengetahuan dan amanat  dari Nya, menjadikan keagungannya  sebagai berita.

Sesungguhnya ruh dan hatiku tidak kuat dengan dua keinginan tersebut, bersama siapakah dapat kukatakan ? ,tidakkah selama ini ada telinga yang telah mendengarkannya ?. Maka telinga, dimana saja berada, dengan keutamaannya telah berubah menjadi mata. Kerikil dengan keutamaannya , dimana saja berada telah berubah menjadi mutiara. Secara kimia itu adalah kebenaran. Maka apalah arti kimia disisi kmia itu sendiri ., ia telah membikan mu'juzat, lalu apalah artinya sihir ( disisi mu' jizat )?.

Ini pujian dariku karena ia meninggalkan pujian ! . Maka inilah bukti keberadaanku ( wujudku) yang terperinci, perumpamaan wujud seperti inilah yang salah. Dihadapan wujud Nya setiap sesuatu harus meniadakan dirinya. Maka apakah arti wujud di hadapan- Nya ?.Ia telah membutakan kesengsaraan dari warna biru ! Kalau engkau tak membutakan , maka engkau tak kan hangus dihadapan Nya. 
Aku telah menemukan panasnya matahari Ilahiah. Kalau tidak ada warna biru dalam sepotong pakaian besi, lalu mengapakah sisi tersebut membeku seperti halnya es.

Sesungguhnya Tuhan yang memiliki kekuatan , dengan kekuatannya ia meniupkan dengan sekali tiup untuk menjadikan seratus alam seperti alam kita ini. Seratus alam seperti alam kita dinampakkan di depan matamu, ketika Dia menjadikan matamu melihat dengan cahaya Nya. Apakah alam ini nampak agung didepan matamu tanpa awal tanpa akhir, maka ketahuilah bahwa itu tidak sama sebutir jagung dihadapan kekuasaan Allah. Alam ini sesungguhnya adalah penjara bagi ruh-ruh kalian, maka perhatikan dan berjalanlah ke alam ruh tersebut. Disanalah tanah kalian yang lapang dan menghijau. Alam ini terbatas, disana tidak ada batas tetapu dlahir- dlahirnya berupa meterial dan berbentuk. Berdirilah dengan tegak dihadapan makna yang digambarkan dengan kalian.

Apabila seseorang belum menjadi hina, maka bagaimanakah ia tidak memilih mati saja dihadapan Tuhan sang Pemenang ? . Berapa banyak hati yang mendalam seperti gunung- gunung yang membentang. Berapa banyak burung- burubg yqng cerdas hinggap di kedua telapak kakinya .

Jalan kepada Allah tidaklah dengan pemahaman dan kekhawatiran.
Tidak akan memperoleh keutamaan Allah kecuali melalui ketundukan. Allah telah mengusap wajah seorang  perempuan. Darinyalah diciptakan bintang Venus ketika wajahnya menguning , karena ia telah melakukan kesalahan. Apabila usapan itu tidak mengenai seorang perempuan, yang membuatnya menjadu bintang Venus, maka apakah yanf membuat manusi berubah menjadi debu san tanah, wahai manusia yang keras kepala !

Bersama ruh engkau meninggi ke ufuk yang paling tinggi, akan tetapi engkau lebih suka menyerahkan dirimu pada air dan tanah di dsar yang paling rendah. Engkau mengusap dirimu dengan kerendahan dan keluar dari wujud ( ruh ) mu yang didengki oleh akal. Maka lihatlah kepada usapan yang telah kujelaskan itu , bagaiman nampak sampai kepada titiknya, apabila dibandingkan dengan usapan yang mengenai perempuan tadi.

Keinginan telah terpancar dengan keagungan seperti halnya bintang. Apakah engkau belum tahu bahwa Adam itu disujudi oleh para malaikat ?. Engkau anak adam itu persoalan lain, maka sampai kapan engkau akan memahami tulisan yang mulia wahai sang penentang ! 

Dialah yang melepaskan rasa aman bagi ruh di tempat yang dipenuhi ketakutan. Aku kebingungan dari peniadaan sebab- sebab dan wasilah- wasilah ( dan ketersembunyiannya dari ku). Aku seperti orang yang  meragukan hal- hal yang nyata, dan didalam khayalanku, aku tidak menemukan sesuatu.

Sesungguhnya ruhku tudak pernah jauh dari para muridku. Akan tetapi aku tidak memperoleh uzin untuk keluar dari tempat ini !





@ A. Ramdhon  / Masnawi

0 komentar :

Posting Komentar

Back To Top