Jumat, 22 Juli 2016

NALAR MALAIKAT DAN MANUSIA






Padepokan Al-Nawadir - Pada suatu hari di waktu dluha, seorang laki-laki berlari ketakutan menghadap Nabi Sulaiman dan memohon keadilannya. Menurutnya, wajah malaikat itu berwarna kuning dan berbibir biru.
>> Sulaiman berkata kepadanya, " Apakah yang terjadi padamu tuan ? ".

*  Izrail  telah melihatku dengan pandangan marah dan benci.

>> Lalu apa yang engkau inginkan ? Kemukakan saja padaku !.

*   Wahai penguasa ruhku !, jalankanlah angin untuk membawaku ke negeri India, mudah
      - mudahan hambamu ini selamat dengan ruhnya sampai ke negeri itu.

Demikianlah makhluk itu berlari dari kefakiran , katena luka sepotong makanan dimulut , membuatnya rakus dan penuh angan - angan. Ketakutan fakir seperti kisah ini. Kerakusan dan usaha seperti negeri India. Sulaimanpun memerintahkan angin berhembus dengan cepat , menerbangkannya di atas air pergi jauh ke negeri India.

Pada hari berikutnya , di hari perjamuan , raja Sulaiman berkata kepada Izrail " Apakah engkau memandang orang mulim itu denganbpandangan marah agar ia menjauh dari negeri nya ?".
" Kapan aku memandangnya dengan kemarahan ? , Aku melihatnya dengan penuh keheranan ketika melihatnya di jalanan negeri ini " , jawab Izrail.
" Kebenaran  (Allah ) telah memerintahkanku untu mencabut ruh orang tersebut hari itu juga di negeri india. Aku berkata kebenaran, " Kalaupun orang itu memiliki 100 sayap tidak mungkin ia bisa  sampai ke negeri india pada hari ini juga."
Demikianlah persoalan dunia. Agar kedua matumu terbuka untuk memikirkannya , dari siapakah ia berlari ?. Apakah dari diri kita sendir ? Ini merupakan hal yang mustahil . Dari siapakah kita bersembunyi ?. Apakah dari Allah ? Itu sesuatu yang tidak baik.

Singa berkata, " Ya, tetapi lihat juga usaha para nabi dan orang mu'min. Allah ta'ala memberkahi usaha keras mereka beserta kerisauan, kepanasan dan kedinginan.
Penjelasan mereka tentang sejumlah keadaan - keadaan ( ahwal ) lembut telah tiba  , setiap sesuatu dari kelembutan adalah kelembutan. Perangkap mereka dibentangkan untuk burung - burung langit , untuj menjelaskan kekurangan mereka.
Berusahalah sekuat tenaga mengikuti jejak para Nabi dan wali , wahai tuan. Bersungguh - sungguh akan mengalahkan ketetapan takdir  , karena ketetapan mengharuskan kemenangan kita. Aku kafir ketika menempuh jalan iman dan ketaatan, namun menyatakan kemelaratan walau sesat.

Engkau bukanlah yang dipecahkan kepalanya, jangan engkau taati kepalamu ! Berikan kesungguhanmu selama sehari atau dua hari  , kemudian tertawalah selama - lamanya !.
Barangsiapa mencari dunia maka ia mencari kedudukan buruk. Siapa mencari akhirat maka ia melanjutkan kesalihan.
Makar untuk mencari dunia adalah (racun) dingin . Adapun makar untuk meninggalkannya menunjukkan ( ia diterima)..
Makar itu seiring lubang baru di penjara ( yang terpenjara menimbuninya ). Barangsiapa menutupi lubang tersebut maka makarnya adalah penyakit.
Dunia ini penjara dan kita di dalamnya hanyalah kumpulan tawanan. Maka galilah lubang dalam penjara dan murnikan dirimu. Apalah arti dunia ini?  kelalaian dari Allah tanpa kain kafan, perak dan warisan wanita. Harta yang dibawa  karena agama tentulah sebaik- baik harta shalih sebagaimana dikatakan Rasul " Air di dalam perahu merusakkannya, sedangkan air dibawahnya sebagai alas.
Sulaiman tidak menggelari dirinya kecuali sebagai orang miskin, karena hatinya berpaling  dari harta dan kerajaan.

Sebuah gelas bila diletakkan diletakkan di atas air mendidih akan melompat dari atas air karena isinya penuh udara. Apabila batin seorang penuh dengan kemiskinan, maka ia tinggal dalam lembaran air dunia. Walaupun dunia  dengan sempurna telah dikuasainya,kerajaan besar ini tidak ada artinya di depan mata batinnya.
Tutuplah mulut hatimu dan kuncilah. Kemudian penuhilah hatimu dengan udara ke Maha besaran yang dibangkirkan dari alam malaikat yang tinggi. Berusahalah dengan sungguh- sungguh agar kebenaran memberikan obat dan itulah obat kebenaran. Sakit juga kebenaran,tidak akan mengakhirinya kecuali orang yang mengingkari kesungguhannya sendiri.

Sudah banyak bukti yang menguatkan kecerdasan ini, hingga orang- orang jabariyah tidak berdaya mencari jawabannya. Ular, kambing, kelinci ,anjing hutan meninggalkan pendapatnya tentang jabar dan menghindari perdebatan. Mereka lalu mengikat perjanjian dengan singa untuk memberinya makan dan ia tidak akan melanggar kesepakatan ini.
Rezekunya pada hari ini sudah disediakan dan ia tidak perlu bersusah payah untuk berburu. Ia tak diperbolehkan menambah dan mencuri lagi. Setiap kali mereka meletakkan rezki pada satu hari , ia segera menyambarnya dengan cepat seperti seekor kera menuju ke singa itu.

Ketika tiba waktunya bagi kelinci untuk mengisi gelas itu , ia berkata : " Apakah akhir kekejian ini ?" Kita ini terlalu banyak mengorbankan diri dalam perjanjian ini. " kata binatang- binatang lain nya melihat gelagat buruk si kelinci  ; Wahai yang keras kepala ! Janganlah engkau membuat keburukan  pada perjanjian kita ! Segeralah engkau tinggalkan tempat ini sehingga singa kejam itu  tidak marah."

" Tenanglah kawan, kata kelinci, tenanglah sebentar hingga kalian terbebaskan dari kekejaman singa karena makarku. Ruh - ruh kalian akan merasa aman dengan makarku, perasaan aman itu abadi menjadi warisan alam akhirat bagi kalian kelak.
Setiap nabi menyerukan umatnya , sebagaimana aku menyeru kalian, sehingga mereka disucikan. Dia telah melihat jalan keberhasilan di langit . Ketika menempuh di jalan ini penglihatan manusia melihatnya menuju ketakutan, seakan- akan penempuh itu sendiri.
Manusia melihatnya kecil , tetapi tidak seorangpun dari mereka menempuh jalan tafakur dan mengagungkan manusia kecil ini."

"Wahai kelinci yang tertipu, engkau ini hanya seekor kelinci, karena itu jangan melampaui batas kemampuanmu ! . Ungkapan apakah dalam kekekalanmu sehingga engkau tidak khawatir menghadapi yang lebih kuat darimu,? Apakah engkau ingin berlaku sombong ?Ataukah takdir berada dipihak kita ? Jika tidak, kapankah pertanyaan seperti uni layak ditujukanbkepadamu ?".
Wahai para sahabatku ! Allah telah mengilhamiku, ia mengaruniakan pandangan tajam pada makhkuk lemah sepertiku ! Allah telah mengajari tawon pengetahuan yang tidak diajarkan kepada singa dan keledai liar ! . Ia membuat rumah dipenuhi dengan kesaksian. Inilah pintu pengetahuan yang dibukakan oleh Allah kepadanya, itulah tipuan tipuan yang diajarkan oleh Kebenaran kepada ulat sutra.
Apakah seekor gajah mempunyai pengetahuan sepertinya ?.
( Wallahu A' lam.....)



,@Dari kitab : Masnawi / Jalaludin Rumi. # terjemahan Beirut: Al- Maktabah Al- Ashriyah 1966.

0 komentar :

Posting Komentar

Back To Top