Rabu, 20 Juli 2016

PENCERAHAN MELALUI SIFAT- SIFAT TUHAN

Padepokan Al- Nawadir- Ketika Tuhan berkehendak untuk menampakkan Diri- Nya melalui Nama dan Sifat- Nya keoada manusia, Dia telah menyebabkan manusia bersangkutan mengalami fana, menciptakan kekosongan dalam dirinya dan memisahkan dari eksistensi individualnya . Saat cahaya manusia dipadamkan dan ruhnya ditarik , Tuhan memasukkan manusia substansi spriritual , yang didalamnya esensi Tuhan tidak terpisah dari Tuhan itu sendiri , tetapi juga tidak tercampur dengan manusia.
Substansi spiritual tersebut adalah apa yang dikenal sebagai Ruh Suci ( Ruh Al- Quds ). Ketika Tuhan meletakkan ruh yang diambil dari Esensi Nya menggantikan yang ada pada manusia , penampakkan terhadap ruh pun telah berlangsung.

Tuhan tidak pernah melakukan penampakan kecuali kepada Diri- Nya sendiri , tetapi bisa dikatakan bahwa ruh manusia yang bersifat Ilahiah berhubungan dengan penampakan-Nya pada manusia. Dalam kenyataannya tidak ada "hamba" tidak pula " Tuan"  , karena ini merupakan istilah-istilah yang saling berhubungan. Saat hamba ini dinafikan, Tuan pun harus dinafikan , dan tidak ada yang tersisa kecualu Tuhan itu sendiri.
Para mistikus menerima pencerahan ini dalam proporsi yang sesuai dengan kapasitas kedalaman pengetahuan dan keteguhan hati mereka.
Dengan menggunakan tujuh sifat utama, penulis  menggambarkan akibat- akibat pencerahan pada dirinya dan orang lain berikut perbedaan-perbedaan yang ada.

Mereka yang dianugerahkan dengan Pendengaran mendengar bahasa para malaikat, binatang, tumbuhan dan mineral. Bagi mutakallimin , yang menerima pencerahan Bicara, kalimat itu ( kalam)  kadang - terdengar oleh mereka  dari arah tertentu , kadang- kadang tidak dari arah manapun dan tidak melalui pendengaran , kadang- kadang mewujud sebagai cahaya bathin yang memiliki bentuk tertentu. Dan dalam penyatuan dengan Tuhan, mereka menyadari bahwa semua makhluk yang maujud adalah "ayat- Nya" dan kalimat mereka tidak memiliki akhir seta diberikan kefasihan dalam bicara serta jelas dan mudah diterima keterangan- keterangannya oleh orang lain.

Menurut Al- Jilli, pada tahap- tahap  awal pencerahan melalui Kekuasaan ditandai oleh fenomena yang berciri inspirasi profetik. Dalam pencerahan ini katanya " Aku mendengar bunyi lonceng . Penglihatanku mengabur dan aku ketakutan dan namaku disebut. Karena kerasnya pengalaman yang aku alami , aku menjadi seperti kain yang busuh yang tergantung pada pohon yang tinggi, dan panas membuatnya hancur sedikit demi sedikit.
Yang aku lihat hanyalah kilatan cahaya dan guntur , awan yang penuh cahaya, dan lautan yang dipenuhi oleh api.

0 komentar :

Posting Komentar

Back To Top