Rabu, 11 Januari 2017

RAHASIA KEKUATAN DIBALIK KESABARAN

Padepokan Al- Nawadir, Kyai Edan - Pekalongan. 
Banyak orang melakukan beberapa amalan maupun latihan-latihan rohani, namun hasilnya sia -sia bahkan malah berbuah tidak sabar ,tergesa - gesa dan emosional . Ini yang perlu kita koreksi apakah amalan kita sudah benar ,karena hal - hal yang terkait dengan urusan duniawi dan janji- janji urusan duniawi pasti berbuah tergesa - gesa,emosional dan mudah tersinggung.
Dan jika kita ingin meningkatkan ibadah kita, maka kita bisa meningkatkan kekuatan yang kita miliki itu. Lalu bagaimana caranya? Untuk mendapatkan kekuatan yang dahsyat itu, Allah SWT telah membeberkan rahasianya. Simaklah ayat berikut ini!

"Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti." (QS.Al Anfaal:65)

Dalam ayat tersebut, Allah SWT memberitahukan pada kita bahwa jika kita ingin memiliki kekuatan sepuluh kali lipat, maka harus bekerja dengan sabar. Dalam perang seseorang yang sabar bisa mengalahkan sepuluh orang tentara musuh. Artinya seorang mukmin yang sabar memiliki kekuatan sepuluh kali lipat dibanding dengan kekuatan orang yang tidak sabar. Bahkan dengan sabar Allah juga menjanjikan pahala yang tiada terbatas kepada mereka yang sukses menetapi kesabaran.

"Sesungguhnya hanya orang-orang yang sabar sajalah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." ( QS. Az Zumar 10 ).

Dengan membaca ayat-ayat tersebut, menjadi jelaslah bahwa kekuatan itu terletak pada kesabaran. Dan dengan kesabaran, kita tidak hanya mendapatkan kekuatan yang berlipat-lipat, tapi juga mendapatkan banyak keutamaan diantaranya meraih pahala yang sifatnya tidak terbatas. Subhanallah... Sungguh beruntung sekali jika kita bisa mendapatkannya.

Seharusnya hal ini menjadi inspirasi bagi kita semua. Bisa jadi selama ini kita telah menyia-nyiakan potensi kekuatan yang dahsyat itu di dalam diri kita karena kita tidak sabar.

Sabar telah mendapat perhatian yang sangat besar di dalam al Qur'an, disebutkan sekitar 90 tempat dalam berbagai ayat. Hal ini menunjukkan betapa sabar memiliki keutamaan yang sangat banyak dan menjadi wajib hukumnya untuk dipraktekan dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Oleh karena itu marilah kita meningkatkan kesabaran demi kehidupan yang lebih baik.

“Kedudukan sabar di dalam iman seperti kedudukan kepala di dalam tubuh. Jika kepala berpisah dari tubuh, maka rusaklah tubuh. Jika Sabar berpisah dari urusan, maka rusaklah urusan” “Barang siapa membuang kesabaran, maka kecemasan akan menghancurkannya” Amirul mu`minin `Ali bin Abi Tholib. 

Kesabaran adalah bukan semata-mata memiliki pengertian "nrimo", ketidak mampuan dan identik dengan ketertindasan, diam pasif dan menunggu. Sabar dalam konteks ini adalah kekuatan mental yang tidak menyerah begitu saja pada kenyataan.

Sabar juga memiliki dimensi untuk merubah sebuah kondisi, baik yang bersifat pribadi maupun sosial, menuju perbaikan agar lebih baik dan baik lagi. Seseorang yang menerima kondisi buruk, pasrah dan menyerah begitu saja, tidak dapat disebut sabar. Sabar merupakan keseimbangan antara sikap aktif dan pasif, sabar adalah pergerakan tanpa henti.
Segala hal di alam semesta ini pun merupakan wujud dari kesabaran, karena merupakan pancaran dari ALLAH YANG MAHA SABAR. 
Induk ayam tidak akan dapat menetaskan telurnya kecuali setelah melewati waktu tertentu, butuh waktu dalam mengerami telur-telurnya agar telurnya dapat menetas. Seekor ulat harus melalui proses “sabar” dengan menjalani fase kepompongnya terlebih dahulu sebelum akhirnnya dapat terbang bebas menjadi kupu-kupu yang cantik.Seorang murid tidak akan mencapai derajat tertinggi dalam ilmu pengetahuan, kecuali setelah bersabar selama bertahun-tahun dalam belajar.

Sabar bukanlah berarti berhenti, bila seorang penyabar terlihat tidak bergerak, maka tidak bergeraknya ini bukanlah berhentinya ia dari pergerakan tetapi menunggu saat yang tepat untuk bergerak, atau mengambil ancang-ancang, bersiap sesaat untuk ke proses berikutnya.

Tentang sabar ini, Imam Ali pun pernah berkata :" Bahwa itu ada dua, pertama adalah sabar dengan hal-hal yang disukai, yang kedua adalah sabar dengan hal-hal yang tidak disukai. "Dalam konteks ini sabar adalah kekuatan pantang menyerah dalam kondisi apapun, orang yang sabar itu tetap bergerak dalam kondisi suka maupun duka.

Sabar juga memiliki dimensi yang lebih pada pengalahan hawa nafsu yang terdapat dalam jiwa insan. Dalam berjihad, sabar diimplementasikan dengan melawan hawa nafsu yang menginginkan agar dirinya duduk dengan santai dan tenang di rumah. Justru ketika ia berdiam diri itulah, sesungguhnya ia belum dapat bersabar melawan tantangan dan memenuhi panggilan ilahi.

Sabar merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Arab, dan sudah menjadi istilah dalam bahasa Indonesia. Asal katanya adalah "Shobaro", yang membentuk infinitif (masdar) menjadi "shabran". Dari segi bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah. Secara definitive sabar berarti Menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah Sabar berarti pula tidak lari dari kenyataan, tidak lari dari medan perjuangan hidup.

Dalam konteks di atas sabar bisa diartikan sebagai focus, yakni pengarahan energi kearah pencapaian tujuan secara terus menerus dan konsisten.Keluh kesah , marah terhadap keadaan adalah penghamburan energi yang tidak terarah, semua ini merupakan bentuk dari ketidak sabaran.Orang yang sabar dapat menahan darinya dari segala bentuk penghamburan energi, energinya ia fokuskan kearah tujuan.

Saat sabar sesungguhnya seluruh sel-sel tubuh kita kita menyerap energi positif, fikiran dan perasaan kita terhubung dengan ALLAH SANG MAHA SABAR.Allah menggambarkan pula dalam Qur`an bahwa hambaNya yang sabar terhubung dengan pertolongan Ilahi, perhatikan ayat berikut : "Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar QS.2: 1534. 
Di ayat lain Allah SWT berfirman : "Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar (3: 146)

Saat kita tidak sabar, konektifitas kita dengan Ilahi terputus, sel-sel tubuh kita menyerap energi negative yang kian lama kian merusak system tubuh kita.Dalam penyembuhan pun,  kesabaran merupakan kunci sukses menuju kesembuhan.seorang pasien yang sabar akan lebih cepat sembuhnya ketimbang pasien yang tidak sabaran dan gampang menyerah.

Sabar adalah menikmati prosesnya tanpa terganggu hasil akhir. Orang yang sabar adalah orang yang menjalani prosesnya. Yang lebih nikmat dalam hidup ini adalah prosesnya bukan hasilnya. Jangan terpaku pada hasil, karena hasil itu di luar kita, itu adalah urusan Tuhan, jangan berhenti angan jangan dengan hak - hal yang tidak pasti.
Sabar jangan hanya saat susah tapi saat senang juga. Orang sabar pasti kaya, minimal kaya bathin.

Sabar adalah kombinasi yang harmonis antara rasa syukur, optimisme dan persistensi. Rasa syukur dapat mengkonversi kondisi terburuk menjadi mempunyai hikmah dan kebaikan.
Optimisme adalah kemampuan kita menciptakan harapan.
Dan Persistensi adalah kesadaran diri untuk tetap bergerak, berusaha dan berjuang.

Sabar adalah tetap melakukan apa yang harus kita lakukan. Jika kita tetap melakukan apa yang harus kita lakukan dengan penuh kesabaran, maka kekuatan kita akan berlipat ganda. Kita akan menjadi manusia yang super dahsyat Insya Allah!

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اصْبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung."( QS. Ali Imran 3:200 )

بَلَى إِن تَصْبِرُواْ وَتَتَّقُواْ وَيَأْتُوكُم مِّن فَوْرِهِمْ هَـذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُم بِخَمْسَةِ آلافٍ مِّنَ الْمَلآئِكَةِ مُسَوِّمِينَ
"Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda." ( QS. Ali Imran 3:125 )

"Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan."( QS. Ali Imran 3:120 )

سَلاَمٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ
"(sambil mengucapkan): "Salamun 'alaikum bima shabartum". Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu." ( QS. Ar Ra'd 13:24 )
Artinya: keselamatan atasmu berkat kesabaranmu.

0 komentar :

Posting Komentar

Back To Top