Rabu, 14 Juni 2017

Bagaimanakah Rupa Manusia kelak di Akhirat.

Hal :8
Foto : Anjing menyerupai manusia.

15 - Juni - 2017.

Menjadikan Akal sebagai komandan.


Padepokan A l-Nawadir-Pekalongan. Ketahuilah bahwa dalam tubuh manusia terdapat empat unsur : anjing, babi, setan dan malaikat. Anjing adalah sosok bintang yang tercela sifatnya, bukan rupanya. Setan dan malaikat juga dicela dan dipuji karena sifatnya, bukan karena rupa dan bentuk ciptaannya. Begitu pula babi dicela karena sifatnya dan bukan ciptaannya.
Manusia diperintahkan oleh Allah untuk menyingkap gelapnya kebodohan dengan cahaya akal sehingga terhindar dari fitnah, sebagaimana sabda Nabi saw :

"Tidak seorang pun yang hidup di dunia ini kecuali dalam dirinya terdapat setan, bahkan dalam diri ku pun terdapat setan. Namun Allah menolong ku dari pengaruh setan yang ada dalam diriku hingga aku berhasil menguasainya. "

Dengan demikian hendaknya nafsu dan amarah selalu berada di bawah kekuasaan akal. Keduanya tidak boleh berbuat sesuatu kecuali atas perintah akal. Jika semua berjalan sesuai aturan diatas, maka ia akan memiliki akhlak terpuji, yakni sifat-sifat malaikat atau disebut juga benih kebahagiaan. Namun sebaliknya, jika semua tidak berjalan dengan aturan diatas, maka nafsu dan amarah yang menjadi pengendali sehingga yang terlahir adalah akhlak tercela, yakni sifat-sifat setan atau yang disebut juga benih kecelakaan.

Dalam tidurnya pun ia merasa seperti orang sadar yang dipaksa untuk melayani anjing dan babi nya. Ia ibarat seorang muslim yang berusaha sendirian untuk menyelamatkan Muslim lainnya dari tahanan orang-orang kafir. Lalu bagaimana sifatmu kelak pada hari kiamat jika engkau ditahan oleh malaikat, sementara akal mu berada dibawah kendali nafsu dan amarah yang keduanya adalah anjing dan babi?.

Rupa Manusia di Akhirat.
--------------------

Ketahuilah bahwa saat ini manusia memiliki wajah yang rupawan, namun di akhirat kelak wajah-wajah tersebut akan menampakkan wujud yang sebenarnya. Seseorang yang selama hidupnya dikuasai oleh amarah, maka kelak di akhirat ia akan bangkit dengan wujud anjing. Sedangkan orang yang selama hidupnya dikuasai oleh nafsu, maka kelak di akhirat ia akan bangkit dengan wujud babi, karena wujud manusia sangat bergantung pada amal perbuatannya.

Semestinya orang yang tidur dapat melihat sesuatu yang tersembunyi dalam batinnya. Sementara ia tahu bahwa dalam batin manusia terdiri dari empat unsur diatas. Oleh karenanya ia harus selalu waspada dalam setiap gerak dan diamnya dan mengetahui dari mana keempat unsur tersebut berasal. Karena sifat tersebut pada hati seseorang dan akan mengikutinya hingga akhir zaman.

Jika yang menyertai seseorang adalah sifat-sifat baik, berarti dalam dirinya tertanam benih kebahagiaan. Namun sebaliknya, jika yang menyertainya adalah sifat-sifat tercela, maka berarti dalam dirinya tumbuh benih kecelakaan.
Setiap orang tidak bisa lepas dari bergerak dan diam. Hatinya ibarat cermin dan akhlak yang tercela ibarat uap dan gulita. Jika seseorang dikuasai oleh sifat-sifat tercela, maka dirinya akan terhalangi dari jalan kebahagiaan. Sementara akhlak terpuji ib."
 arat
 cahaya yang bersinar . Jika cahaya tersebut menyentuh hati, maka ia dapat membersihkannya dari durjana kejahatan, sebagaimana sabda Nabi saw:

" Ikutilah perbuatan jelek dengan petbuatan baik, karena ia dapat menghapuskannya".

Hati kadang dapat menimbulkan cahaya dan kadang pula dapat mendatangkan kegelapan. Dan tidak seorangpun bisa selamat kecuali orang yang datang menjumpai Allah dengan hati berserah.


@Amat Ramdhon ( Kimiya as-Sa'adah- imam Ghazali )...... bersambung.

0 komentar :

Posting Komentar

Back To Top