Minggu, 11 Juni 2017

Hati yang Mengenal Allah SWT. / Kimiya as-Sa'adah.


Hal : 5


Foto: ilustrasi hati mengenal Allah

 12- Juni - 2017

Hati yang mengenal Allah SWT

Padepokan Al-Nawadir- Pekalongan
Ketahuilah bahwa nafs (jiwa) adalah kendaraan hati, dan hati mempunyai banyak pasukan.
Sebagaimana firman Allah :

"Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri" (Q.S. Al- Muddatsir: 31)

Hati diciptakan untuk mengerjakan amal akhirat  demi mencapai kebahagiannya, dan kebahagiaan tersebut akan diperoleh jika ia mengenal Tuhannya.

Sementara mengenal Tuhan hanya dapat diraih dengan pertolongan Allah SWT yang termasuk wilayah kekuasaan Nya. Seseorang tidak akan mampu menangkap keajaiban dunia kecuali melalui indera dan indera merupakan unsur hati, sedangkan sang pemilik hati adalah pengendaranya. Selain itu ia harus mengetahui obyek buruan dan perangkapnya . Sang pemilik hati sendiri​ tidak mampu berbuat sesuatu kecuali butuh makan, minum, suhu panas dan kondisi lembab, ia tidak kuasa memikirkan rasa lapar dan haus yang dialami oleh batin, serta dinginnya air dan panasnya api di dunia fisik.
Dari sini dapat dilihat adanya perbedaan yang cukup besar.

Mamahami peran hati.
Kamu harus memahami adanya dua pasukan : pertama pasukan lahir yang berupa syahwat ( nafsu, ambisi) dan gadhab (amarah, emosi). Tempat pasukan-pasukan itu ada pada kedua tangan, kaki, mata, telinga dan anggota tubuh lainnya. Kedua : pasukan-pasukan batin. Mereka bertempat pada otak yang memiliki kemampuan berimajinasi, merenung, menghafal, mengingat, dan menduga.
Masing-masing kemapuan memiliki fungsi tersendiri. Jika salah satu dari kemampuan tersebut tidak berfungsi, maka perilaku nya menjadi lemah, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat. Kedua pasukan tersebut berada dibawah kekuasaan hati. Jika hati memberi komando kepada lisan untuk berzikir, maka ia akan berzikir. Jika memerintahkan kepada tangan untuk memukul, maka ia akan memukul. Jika memerintahkan kepada kaki untuk berjalan, maka ia akan berjalan. Begitu pula jika memerintahkan kepada panca indera, hingga ia mampu memelihara seluruh jiwanya sebagai bekal untuk mempersiapkan kehidupan akhirat, mencapai  apa yang diinginkan, beruntung dalam perniagaan dan mampu mengumpulkan benih kebahagiaan. Semua anggota tubuh patuh kepada hati, sebagaimana malaikat patuh kepada Tuhannya.tanpa kuasa melanggar sedikitpun.



@Amat Ramdhon------------------ bersambung.



0 komentar :

Posting Komentar

Back To Top