Sabtu, 17 Juni 2017

Kenikmatan dan kebahagiaan manusia terletak pada pengenalan terhadap Allah SWT.

Hal :12
Foto: ilustrasi Mengenal Allah SWT.
18 - Juni 2017.

Padepokan Al-Nawadir- Pekalongan.
Ketahuilah bahwa kebahagiaan, kenikmatan dan kesenangan setiap sesuatu terletak pada karakter yang dimilikinya, misalnya kenikmatan mata terletak pada rupa yang menawan, kenikmatan telinga terletak pada bunyi yang indah, demikian pula seluruh anggota tubuh dengan segala karakter yang dimilikinya.
Sedangkan kenikmatan hati yang paling nyata terletak pada pengenalan terhadap Allah SWT, karena hati memang diciptakan untuk itu.

Ketika manusia tidak mengetahui sesuatu kemudian ia mengetahuinya, maka ia akan merasa sangat senang. Ibaratnya permainan catur, jika ia mengetahui cara bermainnya, maka ia akan senang memainkannya. Dan ketika dia dilarang untuk bermain, maka ia tidak mau meninggalkannya karena tidak kuasa bersabar.

Demikian pula jika ia mengenal Allah SWT , maka ia akan sangat senang, dan tidak bisa bersabar untuk segala melihat-Nya, karena kenikmatan hati terletak pada pengenalan terhadap Allah SWT. Jika pengenalannya​ lebih besar, maka kenikmatan yang diperolehnya pun lebih besar.

Dengan demikian juga jika manusia mengenal seorang menteri, maka ia akan senang, dan seandainya ia mengenal presiden , maka ia akan lebih merasa senang.
Tidak ada wujud di dunia ini yang lebih mulia dari pada Allah, karena kemuliaan segala wujud ada pada-Nya dan bersumber dari-Nya. Segala keajaiban dunia merupakan rencana penciptaan-Nya. Maka tidak ada perkenalan yang lebih mulia dibanding perkenalan dengan Allah , dan tidak ada kenikmatan yang lebih indah dibandingkan nikmatnya mengenal Allah, serta tidak ada pemandangan yang lebih mempesona dibandingkan menyaksikan kehadiran-Nya.

Segala kenikmatan dunia bergantung pada jiwa. Jika jiwa sudah mati , maka kenikmatan dunia akan sirna.

Sedangkan nikmatnya mengenal Tuhan bergantung pada hati, dan kenikmatan tersebut tidak akan sirna meski hati telah mati, karena hati tidak akan binasa dengan kematian, bahkan kenikmatannya bertambah besar dan cahayanya lebih bersinar , karena ia telah keluar dari alam kegelapan menuju alam cahaya.


@Amat Ramdhon ( Kimiya as-Sa'adah/ Al-Ghazali). Inda Allah satu bab lagi hal: 13
Khatam.  Dengan judul : Uraian rentang penciptaan manusia, sebuah kunci mengenal sifat-sifat Ilahiyah, disebut juga dengan Ilmu Keagungan.



0 komentar :

Posting Komentar

Back To Top