Senin, 12 Juni 2017

Memahaminya Keseimbangan Diri.

Hal :7
Foto : ilustrasi orang bertafakur.
14 - Juni - 2017.

Padepokan Al-Nawadir. Pekalongan.
Kebahagiaan yang sempurna dibangun atas tiga unsur : kekuatan amarah, kekuatan nafsu dan kekuatan pengetahuan. Ketiga unsur tersebut hendaknya berjalan seiring ( kekuatan yang satu tidak melebihi kekuatan yang lainnya ).
Karena jika kekuatan nafsu lebih dominan, maka semua hal dianggap remeh, dan akhirnya seseorang akan jatuh dalam kebinasaan. Atau jika kekuatan amarah lebih unggul, maka itu akan membawa seseorang pada kebodohan dan akhirnya jatuh pada kebinasaan juga . Namun jika kedua kekuatan tersebut berjalan seiring, maka seseorang akan mendapatkan petunjuk untuk mencapai Jalan kebenaran.
Demikian pula, jika amarah lebih dominan, maka seseorang mudah memukul bahkan membunuh . Tetapi sebaliknya, jika amarah terlalu minim, maka semangat dan rasa antusias menjadi hilang baik dalam kepentingan dunia maupun akhirat. Namun jika amarah berjalan normal, maka itu akan melahirkan sikap sabar, berani dan bijaksana.
Demikian pula jika nafsu lebih dominan, maka yang terjadi adalah kefasikan dan kejahatan. Tetapi sebaliknya, Jika nafsu terlalu minim, maka yang terjadi adalah sikap lemah dan pengecut. Namun demikian, jika nafsu berjalan normal, maka itu akan menimbulkan sikap lemah lembut, ikhlas, dan sikap terpuji lainnya.

Akhlak Terpuji dan Tercela.
-----------
Ketahuilah bahwa hati dan pasukannya memiliki perilaku dan sifat-sifat tersendiri. Sebagian disebut dengan akhlak tercela dan sebagian yang lain disebut akhlak terpuji. Dengan akhlak terpuji seseorang akan mencapai kebahagiaan, dan dengan akhlak tercela, ia mendekati kebinasaan dan kehancuran nya.
Macam-macam akhlak diatas terbagi kedalam empat jenis : akhlak setan, akhlak binatang, akhlak binatang buas dan akhlak malaikat.

Perilaku-perilaku negatif seperti makan, minum, tidur dan kawin termasuk akhlak binatang , sementara perilaku amarah seperti menyerang, membunuh dan berkelahi termasuk akhlak binatang buas. Perilaku nafsu yang senang berbuat makar, tipu daya, dan mencuri (korupsi) termasuk akhlak setan.. Sementara perilaku akal yang penuh kasih sayang, pengetahuan dan kebaikan termasuk akhlak malaikat.

@Amat Ramdhon  ( Kimiya as-Sa'adah - Imam Ghazali )........... bersambung.

0 komentar :

Posting Komentar

Back To Top